Selasa, 29 November 2011

Ester




Latar Belakang.

Ester adalah seorang putri Yahudi, anak dari Abihail. Sejak orang tuanya meninggal dia diangkat oleh saudara ayahnya yang bernama Mordekhai menjadi anaknya. ( Est 2:7,15) Ester adalah nama Persia yang artinya "bintang" sedangkan nama Yahudinya adalah Hadasa.

Mordekhai sendiri bekerja dalam istana raja karena pasal 2:5 mengatakan bahwa ia tinggal dalam benteng Susan. Mordekhai bertugas sebagai penjaga dengan duduk di pintu istana baginda raja ( Ester 2:19-21).


Dalam pasal 2:16-17 dicatat bahwa Ester dinyatakan terpilih menjadi ratu mengantikan ratu Wasti untuk mendampingi raja Ahasyweros. Inilah awal proses pendewasaan / pembinaan lebih lanjut oleh Tuhan terhadap Ester. Sekalipun dalam kitab Ester, tidak menyebut-yebut nama Tuhan tetapi kuasaNya nyata dan hal ini terlihat juga dalam tindakan Ester ketika menghadapi pergumulannya di benteng Susan, istana kerajaan.

Ester Sebelum Proses Pendewasaan / Pembinaan.

  1. Ester seorang yatim piatu. ( 2:6)
  2. Ester seorang gadis yang elok perawakannya dan cantik parasnya. ( 2:7)
  3. Karakter Ester adalah taat dan patuh ( 2:10) dan baik sikapnya. ( 2:9,15)
Ester dalam proses pembinaan Tuhan / pendewasaan.
  1. Ester dipilih menjadi ratu mengantikan ratu wasti. ( 2:17).
  2. Kedudukannya sebagai ratu diikuti oleh krisis yang terjadi kepada bangsa Yahudi. (3:6)
  3. Mordekhai menghendaki agar Ester sebagai ratu bertindak ( 4:3,10)
  4. Ester taat akan hukum / undang-undang kerajaan yang berlaku. ( 4:10)
  5. Ester mengandalkan kekuatan Tuhan. ( 4:15-16).
Karya Tuhan dalam perbuatan Ester
  1. Tuhan melunakkan hati Ahasyweros. (5,7)
  2. Bangsa Yahudi menikmati kembali haknya. ( Pasal 8)
  3. Musuh Yahudi di tumpas. ( Pasal 9)
  4. Ester berhasil membawa bangsanya kembali kepada Tuhan. ( 4:15-17)
  5. Ester menjadi terang sekalipun di tempat pembuangan.
  6. Bersyukur dan diadakan hari raya Purim. ( 9:20-23)
Kesimpulan
  • Dalam pembinaan Tuhan, Ester menjadi seorang yang berkualitas, selain pengandalan penuh kepada Tuhan, dia juga bijaksana dan berani.
  • Dalam mempersiapkan pekerjaan-Nya buat kita, sering Allah memproses kita dengan cara yang tidak kita duga supaya kita benar benar berkualitas ketika melakukan pekerjaannya bagi kemuliaan nama-Nya.
Sumber: Biografi Alkitab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar